Header Ads

Sudutkan Bos Freeport, Politisi PPP Zainut Tauhid Sebut Ada "Jebakan Batman" untuk Setya Novanto


JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Zainut Tauhid, menilai ucapan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin seolah-olah ingin menjebak Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha M Riza Chalid untuk meminta saham. Hal itu diketahui melalui transkrip pembicaraan.

Menurut Zainut, dalam lembar transkrip halaman 14-25, Maroef cenderung lebih sedikit berbicara. Dialog percakapan lebih banyak dilakukan oleh Novanto dan Chalid.

Namun, meski tidak banyak berbicara, menurut Zainut, ada kata-kata Maroef yang menimbulkan pertanyaan. 

"Pak Maroef melakukan upaya memancing pembicaraan pada halaman 14 ada kata-kata 'coba tolong dimatangkan mengenai saham'," ujar Zainud dalam sidang MKD di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kemudian mempertanyakan alasan dan motif Maroef mengenai kata-kata yang dianggap mengarah pada pembicaraan soal saham itu.

Bahkan, dalam salah satu pembicaraan, kata Zainut, Maroef menyinggung soal lobbyist.

"Kalau saya analisis, pertanyaan Bapak mengandung unsur 'jebakan batman'," kata Zainut.

Maroef kemudian menjawab tanggapan Zainut tersebut. Ia membantah jika disebut telah melontarkan pernyataan yang dengan sengaja menjebak Novanto.

"Saya keberatan jika disebut sebagai jebakan batman. Ini bukan mancing atau menjebak, ini tanggapan, memang saya berikan tanggapan singkat," kata Maroef.

Maroef menjelaskan bahwa yang ia sebut sebagai lobbyist adalah Setya Novanto dan Riza Chalid.

Sementara itu, mengenai motif merekam pembicaraan, Maroef mengatakan, hal itu dilakukan karena merasa ada hal-hal yang tidak patut dibicarakan oleh kedua lawan bicaranya

No comments:

Powered by Blogger.