Header Ads

5 Manfaat Tinggalkan High Heels


Menggunakan sepatu berhak tinggi memang bisa mendongkrak penampilan dan percaya diri. Namun memakainya selama berjam-jam dan setiap hari? Betis rasanya pasti pegal. Bukan itu saja, tulang belakang juga berisiko cedera.

Memang, ada waktunya Anda harus melupakan sepatu hak tinggi dan mulai membiasakan diri memakai alas kaki bertumit rata demi kesehatan. Inilah lima hal positif yang akan terjadi pada tubuh saat Anda mengucapkan selamat tinggal pada alas kaki berhak tinggi.

1. Memakai sepatu bertumit tinggi akan membuat kaki terlihat lebih panjang.

Hanya terlihat, bukan sungguh-sungguh bertambah panjang. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of Applied Physiology 2012, para peneliti menemukan bahwa pemakai sepatu bertumit tinggi tidak hanya berjalan dengan langkah-langkah yang lebih pendek, mereka memiliki otot betis yang lebih pendek juga.

Ini karena ketika Anda berjalan dengan gaya berjinjit akibat sepatu yang Anda kenakan, otot kaki menjadi jarang meregang penuh secara alami. Akibatnya, otot betis memendek.

Jika Anda membiasakan diri memakai alas kaki tanpa hak, otot betis akan memanjang, kembali ke bentuk alaminya.

2. Hak tinggi membuat bokong Anda terlihat menakjubkan.
Ini karena mereka membuat panggul Anda miring dan memaksa bokong terdorong ke belakang. Hal ini akan menekan daerah lumbal tulang belakang, kata kiropraktor dari New York City, Todd Sinett.

Walhasil, risiko kondisi spondylolisthesis akan meningkat. Spondylolisthesis adalah selip yang dialami salah satu ruas tulang belakang dan bisa menyebabkan nyeri serta kerusakan saraf.

Ketika Anda melepas sepatu berhak tinggi, tulang belakang Anda secara otomatis kembali ke posisi alami, stres di bagian belakang berkurang, begitupun dengan dan sakit pinggang.

3. Memakai sepatu hak tinggi tidak hanya memperpendek otot betis, tapi juga otot tendon Anda.

Ketika Anda tiba-tiba beralih ke alas kaki tanpa tumit, kembali ke posisi tubuh dengan sudut 90 derajat, ketegangan pada tendon akan meningkat, kata spesialia podiatri Krista Archer, dari America College of Foot dan Ankle Surgeon.

Pada orang dengan plantar flat(kondisi peradangan pada jaringan yang menghubungkan tumit ke jari kaki), hal ini dapat memperburuk nyeri tumit yang sudah ada sebelumnya.

Pada orang tanpa flat, hal ini mungkin akan menyebabkan nyeri tumit untuk pertama kalinya. Selama hitungan hari, minggu, atau mungkin bulan, selama Anda tetap setia pada alas kaki tanpa hak, tendon akan kembali ke ukuran normal dan nyeri tumit Anda akan mereda.

4. Ketika Anda memakai sepatu hak tinggi, pusat gravitasi bergeser ke arah depan dari posisi alaminya.

Itu berarti memberi tekanan ekstra pada tendon dan ligamen di lutut. Itu sebabnya lutut Anda terasa sakit, kata Archer.

Memakai sepatu atau sandal tanpa tumit akan menghilangkan tekanan pada tendon dan ligamen dan menghilangkan nyeri lutut Anda.

5. Kebiasaan memakai hak tinggi dapat membuat Anda lebih mudah tergelincir -bahkan jika Anda sedang mengenakan sepatu flat.

Contoh kasus: Sebuah studi tahun 2015 terhadap petugas-in-training maskapai Korea Selatan menemukan bahwa, hanya beberapa tahun terbiasa memakai hak tinggi setiap hari, menyebabkan ketidakseimbangan dan kekuatan antara otot pergelangan kaki bagian samping dengan bagian depan dan belakang.

Memakai alas kaki tanpa tumit akan membuat otot pergelangan kaki dan keseimbangan Anda kembali stabil.

No comments:

Powered by Blogger.