Header Ads

Belajar Dari Kasus Irma Bule, Begini Cara Menangani Gigitan Ular Berbisa


Kabar Irma Bule meninggal dunia usai manggung di salah satu sudut Kabupaten Karawang karena dipatuk ular yang sering dibawa manggung olehnya sangat disesalkan.

Kejadian bermula saat Irma diundang menyanyi di salah satu tempat di Kabupaten Karawang pada Minggu 3 April petang lalu. Usai bernyanyi dia tak sengaja menginjak ular yang menemaninya selama bernyanyi di atas panggung, hingga akhirnya dia dipatuk dan tewas pada Senin 4 April dini hari setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dengan adanya kejadian itu, ada baiknya kita jangan meremehkan gigitan ular berbisa. Sebab jika tidak ditangani dengan tepat atau bila korban terlambat mendapat penanganan maka bisa berujung kematian. Mengapa bisa demikian?

Dituturkan dr Fajar Putra dari RSUD Hanafiah Batusangkar, Sumatra Barat, jika gigitan ular berbisa didiamkan saja maka bisa akan masuk ke aliran darah. Selanjutnya, darah yang tercampur bisa itu akan mengalir ke otak. Nah, inilah yang kemudian bisa mengakibatkan kematian.

"Kalau sudah sampai ke darah seperti itu, kembali lagi pada kecepatanan penanganan medis itu sendiri atau seberapa cepat bisa itu bereaksi pada tubuh," ujar dr Fajar dalam perbincangan dengan detikHealth.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kelumpuhan parah.Selanjutnya yang bersangkutan akan sulit bernapas, mengalami perdarahan fatal, serta kegagalan ginjal. Selain itu bisa menyebabkan kerusakan jaringan lokal yang parah sehingga memicu terjadinya kelumpuhan permanen dan bahkan membutuhkan proses amputasi.

Untuk itu, penanganan gigitan ular berbisa dan yang tidak pasti berbeda. Perlu diperhatikan, jika gigitan ular meninggalkan bekas taring dan rasa nyeri, maka ular yang mengigit merupakan ular berbisa. Selain itu kerap disertai perubahan warna pada lokasi gigitan setelah beberapa saat.

"Bersihkan bekas gigitan, berikan obat luka, lalu ikat bagian atas dari luka gigit. Setelah selesai, segera bawa kedokter untuk mendapatkan cairan anti-bisa," saran dr Fajar terkait penanganan gigitan ular berbisa.

Immunoglobulin antivenom ular (anti-bisa) adalah perawatan yang spesifik untuk mengobati racun dari gigitan ular tersebut. Antivenom yang diberikan bisa mencegah atau membalikkan sebagian besar efek racun dari gigitan ular tersebut, serta memainkan peran penting dalam meminimalkan dampak mortalitas dan morbiditas.

Sementara untuk menangani gigitan ular yang tidak berbisa, menurut dr Fajar cukup dengan membersihkan lukanya saja. Setelah itu bisa dioleskan antiseptik yang biasa digunakan untuk mengobati luka kecil.

"Kalau gigitan ularnya cukup parah, langsung dibawa ke rumah sakit atau klinik. Kalaupun harus dijahit, paling akan mendapatkan satu dua jahitan saja," ucap dr Fajar. 

Anggota Sioux Snake Rescue Erwandi Supriadi berbagi tips langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika kita atau orang di sekitar kita tergigit ular King Cobra. Hal pertama adalah tidak panik. 

"Tidak panik, bersikap tenang. Setelah itu segera dijauhkan ularnya. Karena ular itu pasti akan menunggu, dan melakukan tindakan lain," kata Erwandi saat dihubungi detikcom, Selasa (5/4/2016). 

"Lalu dibebat sekitar 10 cm dari luka untuk menghambat penyebaran bisa. Untuk mengeluarkan darahnya, disobek kulit di dekat gigitannya, tidak usah terlalu lebar, diurut hingga mengeluarkan darah," jelasnya. 

Erwandi juga menyarankan agar korban segera diberi asupan makanan berprotein tinggi seperti susu, daging, dan sebanyak mungkin meminum air putih.

Menurut Erwandi, bisa King Cobra dapat membunuh korbannya hanya dalam waktu 15 menit. Jenis bisa King Cobra sendiri ada 3 macam, yaitu bisa yang menyerang saraf, darah, dan jantung. 



No comments:

Powered by Blogger.