Header Ads

Mengenal Ratu Jetsun Pema, “Kate Middleton” dari Butan


KOMPAS.com — Kerajaan Inggris memiliki Duchess of Cambridge, Kate Middleton, nan cantik dan sangat dibanggakan.

Ternyata, negara Butan yang berada di Asia Selatan juga memiliki sosok seorang ratu cantik, modis, dan sangat dicintai rakyatnya, yaitu Jetsun Pema.

Pema digadang sebagai “Kate Middleton dari Himalaya” karena kisah Pema dan Middleton untuk menjadi keluarga bangsawan hampir serupa.

Pema (25), yang merupakan ratu termuda di dunia saat ini, pada usia 21 tahun menikah dengan Raja Butan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, dengan rentang usia mencapai sepuluh tahun.

Awalnya, rakyat Butan terkejut dengan pilihan istri Raja Jigme tersebut.

Sebab, Pema bukan berasal dari kaum bangsawan dan masih berusia sangat muda.

Namun, menurut Raja Jigme, istrinya tersebut mencerminkan seorang ratu sejati, seperti yang disebutkan oleh Raja Jigme di stasiun televisi nasional.

"Aku sudah sejak lama memikirkan dan memutuskan untuk menikah. Banyak yang berpikir seorang ratu harus memiliki kecantikan yang unik, cerdas, dan anggun. Aku rasa dengan pengalaman dan waktu, seseorang dapat tumbuh menjadi orang yang dinamis yang melangkah di kehidupan dengan usaha yang tepat," ujar Raja Jigme.

Pema, meski bukan berasal dari keluarga bangsawan, merupakan wanita muda cerdas yang dididik dengan sangat baik oleh keluarganya.

Pema sempat menempuh pendidikan di Regent University, di Inggris, jurusan psikologi dan sejarah seni. Namun, studinya harus putus karena dia menikahi Raja Jigme pada usia 21 tahun.

Di kalangan teman-temannya, Pema dikenal memiliki kecerdasan di atas rata-rata, menjuarai lomba public speaking, lancar berbahasa Hindi, Inggris, dan Dzongkha, bahasa nasional Butan.

Selain itu, dia juga aktif di bidang olahraga dan memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik.


Alasan Raja Butan Lepas Hak Miliki Selir dan Setia kepada Satu Istri

KOMPAS.com — Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsu Pema dari Butan tengah menjadi sorotan semenjak Pangeran William dan Kate Middleton mengunjungi kerajaan yang berlokasi di Asia Selatan tersebut.

Dunia terkesima dengan kecantikan Ratu Pema yang masih muda dan anggun. Selain itu, latar belakang sang Ratu yang bukan berasal dari kalangan bangsawan juga menarik perhatian banyak pihak.

Pertemuan Raja Jigme dan Ratu Pema memang unik karena rentang usia keduanya yang cenderung jauh, yakni 10 tahun.

Bagaimanakah pertemuan seorang Raja dengan wanita yang tidak berdarah biru?

Ternyata, keduanya bertemu pada usia sangat muda. Dilansir dari Dailymail, Raja Jigme saat berusia 17 tahun bertemu dengan Pema yang saat itu masih berusia tujuh tahun di sebuah acara piknik.

Raja Jigme yang sangat kagum akan kecantikan dan karisma Pema saat itu mengatakan, "Ketika kamu dewasa dan aku masih lajang dan tak menikah, aku ingin kau menjadi istriku."

Ternyata, ucapan Raja Jigme berakhir menjadi kenyataan. Sekarang, keduanya telah memiliki seorang anak lelaki yang nantinya dipersiapkan sebagai Raja Butan.

"Sebagai ratuku, aku menemukan seseorang bernama Jetsun Pema. Dia masih muda, hangat, berhati baik dengan kebijaksanaan yang akan datang dari usia dan pengalaman. Aku tak tahu apa yang orang lain katakan mengenainya, tetapi aku melihat dia memiliki kualitas lengkap sebagai wanita yang harus kunikahi," tutur Raja Jigme saat mengumumkan pertunangannya.

Rasa cinta Raja Jigme kepada Pema tak sebatas ucapan manis. Pasalnya, Raja Jigme melepaskan haknya untuk memiliki selir dan bersumpah hanya menikahi Pema seumur hidupnya. 

No comments:

Powered by Blogger.