Header Ads

Orang Yang Percaya Insting Sangat Kecil Kemungkinannya Untuk Selingkuh



Percaya pada insting, tak semua orang dapat melakukannya. Namun jika Anda salah satunya maka kemungkinannya Anda tak gampang terbujuk keinginan untuk selingkuh.

Sebuah studi baru saja dirilis dalam jurnal Personlity and Individual Differences, yang mengungkapkan jika orang-orang yang senantiasa percaya pada insting mereka cenderung tak akan melakukan perbuatan tak bermoral. Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa mereka yang percaya pada intuisinya lebih sedikit berpotensi selingkuh atau mencuri.

"Beberapa orang percaya pada insting mereka saat membuat keputusan. Namun mereka yang tidak bergantung pada insting tak begitu mengacuhkan perasaan itu saat berbuat sesuatu," ungkap peneliti Sarah J. Ward yang bekerjasama dengan Profesor Laura A. King. "Kami tertarik untuk mempelajari perbedaan bagaimana intuisi individu mempengaruhi perilaku moral dan hasil yang relevan lainnya."

Sarah dan Laura melakukan dua percobaan untuk menentukan ketergantungan antara perilaku moral dan bagaimana seseorang mengolah intuisi. Percobaan pertama meneliti 100 peserta (75 peserta adalah perempuan). Mereka diminta menjawab serangkaian pertanyaan untuk melihat apakah mereka memiliki kecenderungan untuk mengikuti intuisinya atau tidak.

Peserta kemudian diminta untuk membayangkan jika mereka tidak berlaku baik di tempat kerja. Masing-masing subjek penelitian membaca satu kisah tentang mereka berbuat salah di tempat kerja kemudian menyalahkan rekan kerjanya. Partisipan yang lebih mempercayai intuisi membaca kisah yang sama, namun dibanding menyalahkan seseorang, mereka justru bertanggungjawab atas kesalahan itu.

Sarah menjelaskan hasil penelitian ini dapat mengeluarkan emosional secara sadar, seperti rasa malu atau bersalah. Berdasarkan ini, Sarah memprediksi jika subjek yang merasa melakukan sesuatu yang salah akan lebih mengeluarkan banyak uang untuk menutupi rasa bersalah itu.

"Jika kamu merasa buruk tentang pelanggaran moral, kamu cenderung ingin membersihkan diri dari itu. Penelitian kami menemukan jika partisipan bersedia membayar lebih untuk 'membersihkan tangan' mereka setelah membaca tentang pelanggaran ini."

Eksperimen kedua, subjek diminta untuk menuliskan daftar ketika mereka melakukan sesuatu yang tak baik dan diminta menyelesaikan tes IQ. Sarah melihat jika mereka yang percaya pada insting tidak berbuat curang ketika mencoba menyelesaikan tes IQ yang memang sengaja dibuat tidak bisa diselesaikan.

"Mungkin ini karena orang-orang yang mencoba untuk berdamai bersama masa lalu yang buruk dengan perilaku baik saat ini untuk mencoba mengimbangi tindakan masa lalu yang buruk. Hal ini terlihat menonjol di antara orang-orang yang mengandalkan intuisi mereka," tambah Sarah lagi.

No comments:

Powered by Blogger.