Header Ads

Pabrik Milik Pak Jokowi Terbakar, Petugas Damkar Masih Berupaya Padamkan Api


Jakarta - Kebakaran melanda sebuah pabrik kayu sekitar pukul 17.00 WIB. Diketahui pabrik tersebut milik keluarga Presiden Joko Widodo.

Kontributor pasangmata.com, Fajar Nugraha, mengungkapkan kebakaran di pabrik yang bernama PT Rakabu Sejahtra itu terjadi di Jl Solo-Purwodadi KM 18, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah.

"Tadi kebakaran sekitar jam 17.00 WIB lewat. Apinya besar banget. Itu pabrik kayu milik Pak Jokowi," ujar Fajar saat dikonfirmasi pukul 18.15 WIB.

Fajar mengatakan ada sekitar 4 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) di lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Saat ini petugas tengah melakukan pendinginan.
"Saat ini sudah proses pendinginan," terangnya.

Menurut informasi sementara yang didapat Fajar, kebakaran tersebut diduga karena dipicu oleh hubungan arus pendek. "Menurut polisi sih konsleting, tapi masih belum tahu pastinya," kata Fajar.

Informasi yang dihimpun pabrik tersebut diketahui milik keluarga Presiden Jokowi. Rakabu Sejahtra itu pabrik yang mengolah kayu menjadi berbagai macam furnitur, seperti rangka pintu dan lantai kayu. Produk-produk dari pabrik tersebut diorientasikan untuk ekspor.

Kebakaran melanda gudang mebel milik keluarga Joko Widodo, PT Rakabu Sejahtera, di Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Saat ini petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berupaya memadamkan api.

"Untuk sementara masih pemadaman. Apinya masih gede," ujar petugas Damkar Solo, Rori, saat dihubungi pukul 20.50 WIB, Selasa (19/4/2016).

Mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Sragen, Solo, Bakorwil Surakarta, hingga mobil water canon kepolisian.

Rori menyebut ada 10 unit mobil damkar di lokasi. Dari Sragen dikerahkan 4 unit mobil ditambah 6 unit mobil dari damkar Solo.

Belum diketahui asal api maupun taksiran kerugian akibat kejadian tersebut. "Belum diketahui penyebabnya apa. Sampai sekarang masih ditangani," pungkasnya.

Angin kencang di sekitar lokasi serta banyaknya bahan material yang mudah terbakar diduga semakin memicu kobaran api semakin membesar. Hingga berita ini ditulis, dilaporkan api masih terus berkobar.

No comments:

Powered by Blogger.