Header Ads

Pengin Bisa Analisis seperti Conan dan Sherlock Holmes? Masuk Jurusan Ini

 
 
KOMPAS.com – Bagi penggemar cerita bergenre misteri, serial komik "Detektif Conan" bisa jadi merupakan salah satu bacaan wajib. Di situ, detektif remaja Shinichi Kudo dalam tubuh bocah bernama Conan Edogawa mengungkap beragam kasus kriminal—dari pencurian hingga pembunuhan.

Nah, semua analisis Kudo—yang juga fan berat detektif fiktif Sherlock Holmes—dalam komik karya Aoyama Gosho itu tak semata fiktif. Anda pun bisa mempelajari dan melakukannya, bahkan tersedia jurusan kuliah untuk itu yaitu kriminologi.

Di jurusan ini, Anda akan mendapatkan dasar-dasar pengumpulan fakta dari sebuah kasus kriminal. Temuan itu lalu dianalisis, termasuk profil psikologi pelakunya. Kasus kematian I Wayan Mirna Salihin di salah satu kafe di Jakarta yang terjadi baru-baru ini, misalnya, bisa menjadi salah satu contoh kasus terbaru bagi mahasiswa jurusan kriminologi.

Metode-metode ilmiah diajarkan di program studi kriminologi untuk mengungkap fakta suatu peristiwa kejahatan dan mencegah kejahatan serupa. Ada mata kuliah seperti "intelijen dan investigasi kejahatan". Ada pula mata kuliah viktimologi yang mengasah kemampuan mahasiswa menganalisis peristiwa kejahatan dari sisi korban.

Karena pelaku tindakan kriminal adalah manusia, psikologi menjadi bagian kurikulum ajar jurusan ini juga. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan fungsi mental manusia. Karena itu, ada mata kuliah psikologi kriminal, yang fokusnya mempelajari dugaan motif dan latar belakang pelaku untuk mengenali sosok tersangka.

Meski begitu, lulusan jurusan ini tak lalu melulu harus menjadi kriminolog, detektif, atau penegak hukum. Jadi wartawan yang butuh kemampuan analisis pun terbuka bagi alumnus jurusan ini, apalagi materi jurnalistik dan media massa pun ada di kurikulum jurusan kriminologi.

Tertarik? Bila iya, sejumlah perguruan tinggi memiliki jurusan ini, salah satunya adalah Universitas Indonesia (UI).

No comments:

Powered by Blogger.