Header Ads

Ratna Sarumpaet Diamankan Polisi, Ini Kata Atiqah Hasiholan


Atiqah Hasiholan (34) menanggapi santai peristiwa ibunya, Ratna Sarumpaet, yang diamankan aparat kepolisian di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa hari lalu.

"Enggak kepikiran, dia kan emang aktivis. Baik-baik saja," ujar Atiqah saat ditemui di kantor Visinema, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Namun, istri Rio Dewanto ini menegaskan bahwa hal yang diperjuangkan oleh sang ibu dilakukan demi kepentingan masyarakat.

"Sudah jenguklah. Wah, aktivis sudah darah ibu saya, ada yang suka dan enggak suka dengan caranya. Apa pun yang dia perjuangkan tidak ada unsur kepentingan pribadi. Dia jadi aktivis kan sudah puluhan tahun," ujarnya lagi.

Pemain Cinta Selamanya ini justru mengaku bangga lantaran sang ibu memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah sosial yang ia anggap merugikan masyarakat.

"Saya sangat bangga dengan ibu saya. Kita sering banyak peduli dengan cara sosial, tetapi sering jadi wacana saja di mulut kita. Ibu saya membuat aksi yang menjadi concern-nya dia," kata Atiqah. (kmps)

Walaupun Atiqah sangat bangga terhadap sang Ibu, sebelum ini ia sempat mengungkap pernyataan yang terkesan enggan mengi­kuti Ratna. 

"Untuk terjun ke politik nggak (ingin) sih. Saya cuma memperhatikan politik dan saya lebih ke (dunia) sosial juga sebe­narnya. Jadi, memang saya selalu mencari tahu apa yang sedang terjadi. Tapi untuk terjun ke politik, saya nggak," beber Atiqah dalam sebuah kesempatan. 

Wanita berusia 34 tahun ini pun tak ber­hasrat mengikuti jejak Ratna yang sangat vokal menyuarakan pandangan politiknya. 

"Karena ibu saya, dia urat takutnya sudah putus. Jadi, apa yang dianggap benar, dia speak up. Walaupun ada yang suka atau nggak. Dia cuek dan itulah ibu saya," tandasnya. 

"Kalau saya mungkin urat malunya belum putus, jadi belum mau. Tapi saya sama dengan ibu saya, kita sama-sama menyuarakan kebenaran," jelas Atiqah lagi. 

Tapi kalau soal apa yang terjadi di dunia politik, bintang film Hello Good­bye dan 2014 ini tak total menutup mata dan telinga. Atiqah cukup mengikuti perkembangan dunia politik. (dtk)

No comments:

Powered by Blogger.