Header Ads

Roy Suryo "Pakar Telematika" Jadi Korban "Bully" karena Tanggapi Akun Palsu Anak Jokowi


JAKARTA, KOMPAS.com — Akun Twitter @KRMTRoySuryo milik Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menjadi sasaran bully oleh para netizen.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu di-bully karena menanggapi akun Twitter palsu anak Jokowi, @GibranRakabumi. Padahal, akun Gibran yang asli adalah @Chili_Pari.

Kejadian ini bermula saat akun Twitter palsu @GibranRakabumi berkicau, "Yang tanggal muda gajian silakan belanja-belanja, yang tidak gajian silakan nyinyiri pemerintah."

Roy Suryo pun langsung menanggapi kicauan tersebut dengan nada menyerang.

"Tweeps, Twit ANAK yang TIDAK PUNYA NURANI. Yang "Tidak Gajian" itu JUTAAN RAKYAT Indonesia... #TanyaJOKOWI," tulis Roy.

Sontak, kicauan Roy itu langsung mendapat tanggapan negatif dari para netizen. Roy yang juga dikenal sebagai pakar telekomunikasi dan informatika ini dipertanyakan karena tak bisa membedakan akun Twitter palsu dan asli.

"Memalukan, Roy Suryo katanya pakar Telematika tapi tertipu akun palsu," kicau @agung_rizki.

"Benci banget ama Pak Jok dan keluarga. Sampe (katanya) ahli IT gatau kalo itu akun palsu. Eh, twit bapak ini hate speech, kan?" kata Ardi Siswanto.

Sejumlah meme berupa screenshot tweet Roy kepada akun palsu @GibranRakabumi juga sudah beredar di internet.

Akun itu bertuliskan, "Ketika pakar nyinyirin akun palsu. Pakar gak pernah salah, yang salah tetep Jokowi."

Tanggapan Roy Suryo

Menanggapi bully tersebut, Roy pun membantah bahwa dia telah tertipu oleh akun Twitter @GibranRakabumi.

Dia mengaku mengetahui akun Twitter palsu tersebut. Dia sengaja menanggapi tweet tersebut untuk mengetahui respons para pendukung Jokowi di internet.

"Test the water sukses, langsung kecebong-kecebong muncul semua," ucap Roy, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/4/2016).

Tertipu di online shop

Entah tertipu atau tidak oleh akun palsu @GibranRakabumi, tetapi Roy Suryo sebelumnya sudah punya cerita lain soal tertipu di internet.

Pada saat masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, September 2014 lalu, dia menjadi korban penipuan melalui situs jual beli online.

Hal itu terjadi ketika Roy melakukan transaksi pembelian sebuah sepeda fixie melalui iklan yang terpasang pada situs tersebut. 

Roy kemudian melaporkan pelaku ke kepolisian. Menurut dia, pelaku tertangkap berkat metode CDRI yang ia terapkan dan informasikan ke polisi.

"Akhirnya bisa terlacak, juga rekening banknya sudah diblokir sebelumnya. Jadi, seandainya dia tidak 'ketemu saya', mungkin masih beraksi hingga hari ini dan korbannya tambah," ujar Roy.

No comments:

Powered by Blogger.