Header Ads

Seorang Jaksa Wanita Ditangkap KPK, Terdakwa Akui Beri Uang, Tapi


TEMPO.CO, Bandung - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kabupaten Subang menampik tuduhan telah menyuap jaksa wanita berinisial D dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang tengah menangani kasus mereka. Kendati demikian, mereka tak membantah tadi pagi telah menyerahkan uang kepada jaksa D di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Dua terdakwa tersebut ialah mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Budi Subiantoro dan mantan Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Jajang Abdul Kholik. Mereka didakwa telah menyunat anggaran BPJS Kabupaten Subang senilai Rp 4,7 miliar.

Ditemui setelah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, salah satu terdakwa, Jajang Abdul Kholik, mengatakan pemberian uang terhadap jaksa itu merupakan pembayaran untuk mengganti kerugian negara atas kasus yang menimpanya. Menurut dia, tadi pagi, uang tersebut diberikan melalui istrinya sebesar Rp 168 juta. "Itu bukan suap," ujarnya, Senin, 11 April 2016.

Tadi pagi, Senin, 11 April 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi mencokok jaksa D di sekitar kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung. D dicokok atas tuduhan tertangkap tangan telah menerima suap dari salah satu pejabat Kabupaten Subang.

Jajang mengatakan penyerahan uang pengganti kerugian negara tersebut telah dilakukannya sebanyak dua kali. Kali pertama dilakukan pada awal April 2016. Saat itu, ia mengaku telah membayarkan uang Rp 60 juta. "Diberikannya juga sama kayak tadi pagi di kantor Kejati. Formal. Pagi tadi saya mau melunasi seratus persen," ujarnya.

Senada dengan Jajang, Budi pun mengatakan hal demikian. Budi menampik bahwa dia telah melakukan suap terhadap jaksa. Ia mengatakan, pihaknya tadi pagi sudah menyiapkan uang sebesar lebih-kurang Rp 300 juta terhadap jaksa D. "Tadi pagi saudara saya juga akan membayarkan uang pengganti kerugian negara terhadap jaksa. Tapi, karena ada kasus penangkapan itu saudara saya gak jadi kasih," katanya.

No comments:

Powered by Blogger.