Header Ads

Tips 'Menaklukan' Pewawancara Kerja Berdasarkan Generasi Mereka

 
  
1. Pewawancara Generasi Y (20-30 Tahun)
Perlu kamu ketahui pewawancara yang umurnya kisaran 20-30 tahun atau sering disebut gen Y ini mereka sudah paham teknologi. Dan generasi Y ini kebanyakan dari mereka tidak bisa kerja tanpa teknologi digital. Mereka paling banyak menilai berdasarkan kemampuan kamu untuk berinteraksi dan menerima informasi dengan cepat.
Tapi jangan terlalu berasumsi dengan generasi Y ini, mereka biasanya bukan pemimpin di kantor, mereka hanya merekomendasi kamu kepada atasannya jika sesuai dengan kriteria yang dia mau.

2. Pewawancara Generasi X (30-50 Tahun)
Biasanya, mereka ini pemakai teknologi juga. Para generasi X ini sangat kreatif dan bekerja sesuai passion mereka, dan mereka cenderung menuntut orang lain (dalam hal ini agan) memiliki daya kerja yang sama dengan mereka.
Mereka juga sangat peduli dengan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.
Caranya, kamu pastikan dulu kalau kamu memperkenalkan diri sebagai orang yang kreatif dan idealis.
Kalau mereka membahas topik tentang kehidupan pribadi, kamu harus menjelaskan bagaimana keseimbangan hidup sangat mempengaruhi profesionalitas dan kesuksesan pribadi agan.
Tips berikutnya, kalau bisa jangan membahasas tentang pegangan dan bimbingan sama mereka, karena generasi X ini sangat menghargai kemampuan seseorang yang dapat bekerja mandiri.

3. Pewawancara Generasi Baby Boomer (50-70 Tahun)
Pewawancara dari generasi baby boomers ini percaya kalau kerja keras, pendidikan, dan intelegensi kamu adalah hal yang paling penting dalam pekerjaan.
Kegigihan dan rasa hormat kamu pada atasan adalah hal yang sakral bagi mereka gan.
Banyak pewawancara dari generasi ini yang suka dengan tipe pekerja keras, punya tujuan yang pasti, dan memiliki keinginan untuk belajar. Selain itu, mereka lebih senang dengan rasa hormat kamu pada mereka dengan keinginan untuk belajar dan dibimbing oleh mereka.
Ett, Tapii.. jangan pernah sok pintar di depan mereka.
Jangan lupa juga ucapkan rasa terimakasih kamu atas kesempatan dan waktu yang telah diberikan pewawancara pada kamu.  

4. Pewancara Silent Generation (70-90 Tahun)
Sama seperti generasi baby boomers, generasi ini sangat menghargai jika kamu adalah pekerja keras untuk meraih kesuksesan finansial.
Nyatanya nih, mereka memang sudah sangat berpengalaman dan sangat berorientasi pada keluarga, kerja keras, dan realitas. Mereka cenderung menghargai kerja sama dan kesetiaan pada perusahaan.
Saat wawancara dengan generasi seperti ini, usahakan jabat tangannya dengan kuat banget yaa gan dan berikan kontak mata yang kuat. Tunjukkan rasa hormat Anda pada mereka dan coba kamu ceritain contoh kesetiaan dan komitmen kamu di pekerjaan kamu sebelumnya.
Seperti biasa jika kamu ditanyain kenapa kamu meninggalkan pekerjaan sebelumnya, berikan alasan kalau kamu ingin semakin maju dalam karir. Jangan menjelek-jelekkan perusahaan dan rekan kerja lama kamu, pasti kamu sudah tau deh rule satu ini kan. Selain itu, usahain jangan sampai kamu memotong pembicaraan si pewawancara, walaupun kamu sangat senang dan bersemangat. Mereka bisa saja menganggap kamu tidak menghargainya dan tidak bisa menguasai diri.

Selain hal di atas, yang satu ini perlu kamu perhatikan juga.

Gesture Tangan

Coba deh kamu hindari penggunaan gesture tangan yang berlebihan saat wawancara kerja, bisa aja hal tersebut mengganggu fokus pewawancara.
Sederhana memang, tapi bisa jadi fatal dan menghilangkan kesempatan kamu untuk join di perusahaan tersebut.
Dan ternyata gerakan tangan bisa mempengaruhi wawancara kerja loh.
Tapi itu sih tergantung dari gestur apa yang kamu perlihatkan melalui tangan kamu. Bisa jadi baik, bisa juga jadi buruk.

DO:
 
Tunjukin telapak tangan ketika sedang menjelaskan sesuatu. Ini dapat mengindikasikan ketulusan kamu. Ini bukan tanpa alasan, karena makna dari telapak tangan yang terbuka adalah kebenaran, kejujuran, dan kesetiaan. 


Menekan dan menyatukan ujung-ujung jari seperti membentuk atap rumah juga sah-sah aja sih dilakukan.
Ini menunjukkan kepercayaan diri kamu. Coba kamu lihat dosen, politikus, dan eksekutif yang sering pake gesture ini saat mereka sedang memberikan pendapatnya. see, as simple as that bro

DON'T

Menyembunyikan tangan kamu di bawah meja sangatlah tidak dianjurkan, hal ini merupakan perilaku yang menandakan kamu adalah orang yang pasif. Apalagi saat kamu berjabat tangan, sebaiknya tunjukkan telapak tangan kamu, dengan begitu menandakan kamu adalah orang yang terbuka dalam wawancara tersebut.

Memasukkan tangan di kantong juga kurang tepat. Ketika kita mencoba membuat tangan kita jauh dari pandangan membuat kita terlihat menyembunyikan sesuatu.

Tidak perlu mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jari kamu, hal tersebut menunjukkan kamu orang yang tidak sabaran.

Jangan melipat tangan ke dada, kamu bukan agung hercules yang lagi ngalamar kerja, hal ini menunjukkan sikap kamu menarik diri, kecewa, atau tidak setuju. Memang sih, pewawancara yang cerdas tahu bahwa Anda hanya ingin mengurangi rasa tertekan, namun gestur yang lebih terbuka jauh lebih baik.

Jangan berlebihan yang penting pas dengan hati kamu aja itu sudah cukup.
Walaupun sangat baik kalau kita mengilustrasikan sesuatu dengan tangan, peneliti juga menyarankan looh untuk menggerakkan tangan sesekali. Namun menggunakannya dengan berlebihan sangat mengganggu pewawancara.

No comments:

Powered by Blogger.