Header Ads

Uang Dari Bos Agung Podomoro Untuk Biayai Sanusi Jadi Calon Gubernur DKI

 

PopTopik.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Mohamad Sanusi mengakui menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Namun uang tersebut bukan untuk memengaruhi pembahasan Raperda mengenai teluk Jakarta.

"Uang yang diberikan Ariesman itu adalah uang semata-mata memberikan bantuan untuk dalam rangka pilgub," kata Kuasa Hukum Sanusi, Krisna Murthi saat ditemui di KPK, Jakarta, Senin (18/4).

Diketahui, Sanusi memang berniat maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta pada pilgub 2017 mendatang. Usaha itu dilakukan dengan mengikuti penjaringan di Partai Gerindra dan meminta dukungan sejumlah tokoh ormas di Jakarta

Sayangnya, sebelum mendapatkan partai pengusung adik Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik itu ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 31 Maret lalu.

KPK menduga Sanusi menerima uang Rp 2 miliar dari Ariesman Widjaja untuk memengaruhi pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Apabila disahkan, dua peraturan daerah (perda) ini menjadi payung hukum dari pelaksanaan reklamasi pulau-pulau kecil di Jakarta Utara.

Dalam hal ini, PT Agung Podomoro Land merupakan salah satu penggarap reklamasi tersebut. Namun, Krisna mengaku bahwa uang yang diterima kliennya tak ada kaitannya dengan proyek reklamasi.

Menurut dia, pemberian uang itu hanya merupakan bantuan biasa.

"Enggak ada tuh. Artinya kalau masalah uang dari Ariesman gimana pun juga sudah biasa," jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja, dan anak buah Ariesman bernama Trinanda Prihantoro. (put/jpg)

No comments:

Powered by Blogger.