Header Ads

Wanita Ini Memilik Profesi Unik yang Tidak Terpikirkan Orang Lain, Bridesmaid Profesional


KOMPAS.com — Bermula dari seringnya ia diminta untuk menjadi bridesmaid atau pengiring pengantin untuk teman-temannya, Jean Glantz pun mendapat ide yang luar biasa.

"Pada bulan Juni 2014, dua temanku meminta aku untuk menjadi bridesmaid pada hari yang sama, hingga teman sekamarku memberi julukan bridesmaid profesional," ujar Glantz.

Pengalaman mendapat ide itu dia umpamakan seperti lampu yang menyala benderang di pikirannya. Muncullah ide untuk menjadikan bridesmaid sebagai suatu profesi.

"Aku senang menjadi bridesmaid, aku memiliki perilaku, energi, dan kemampuan untuk menenangkan, juga dapat menjadi teman yang dapat diandalkan dan membanggakan untuk temanku," tutur Glantz.

Sejak saat itu, Glantz pun mengiklankan jasanya sebagai pengiring pengantin profesional di internet. Tak disangka, respons yang didapatnya luar biasa.

Banyak calon pengantin wanita yang menghubungi dan berniat menggunakan jasa Glantz.

Sama seperti pekerjaan lain, pekerjaan unik Glantz ini pun tak luput dari kesukaran.

"Dari luar, menjadi bridesmaid profesional kelihatannya mewah. Aku dibayar untuk mengenakan gaun cantik, dan wajahku dirias cantik. Aku juga dibayar untuk menunjukkan gerakan tarianku. Lalu, ada banyak groomsmen keren yang lajang, dan tiga set makanan di meja. Namun, itu semua tidak seperti yang terlihat," ujarnya. 

Tak jarang, Glantz harus melakukan hal-hal yang cukup ekstrem, misalnya, dia pernah harus melepas bra sebelum berjalan ke altar lantaran ibu sang pengantin wanita lupa mengenakan bra.

Dia juga pernah menjadi bodyguard dadakan untuk mengontrol katering makanan. 

Hal lain yang paling parah, Glantz pernah mengambil kotoran binatang dengan tangan kosong. Pasalnya, kotoran tersebut berada di jalur pengantin wanita menuju altar.

"Jadi, pengantin wanita tak menginjak kotoran itu dan mengotori gaun sutra cantiknya," pungkasnya.

No comments:

Powered by Blogger.