Header Ads

Ya Ampun...10 Pelajar SD Telanjangi Siswi di Toilet Sekolah


Foto hanya ilustrasi

BATANG - Kenakalan 10 pelajar sekolah dasar di Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini benar-benar sudah di luar kewajaran. Mereka melakukan hal tak senonoh terhadap seorang siswi kelas VI SD -sebur saja Mawar- di kamar mandi sekolah.

Mawar yang masih berusia 12 tahun adalah warga Tersono. Ia mulanya di-bully oleh 10 temannya sesama siswi. Ia ditelanjangai

Ternyata pelaku tak puas dengan hanya menelanjangi Mawar. Mereka juga merekamnya.

Ironisnya, peristiwa itu terjadi saat jam sekolah. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian itu berawal dari saling ejek antara korban dan para pelaku. Namun karena para pelaku lebih dari lima orang, akhirnya mereka membawa korban ke kamar mandi sekolah.

Pada saat di dalam kamar mandi tersebut, para pelaku langsung menelanjangi korban. Seluruh pakaiannya dilucuti oleh para pelaku. Pada saat melakukan aksinya, para pelaku menggunakan kamera di telepon genggam milik salah satu pelaku.

Tidak hanya menelanjangi korban, para pelaku juga meletakkan sebuah batako di pangkuan korban. Bahkan ada yang mengancam korban akan terus ditelanjangi hingga jam sekolah usai jika tak mau menuruti perintah.

Akibat kejadian itu, Mawar selama lima hari sakit panas dan terpaksa tidak berangkat ke sekolah. Orang tuanya pun mulai curiga. Sebab ketika Mawar sudah sembuh, ternyata tetap tak mau berangkat sekolah.

Belakangan diketahui ada seorang murid yang memberi informasi bahwa Mawar menjadi korban kenakalan teman-temannya. Suruwanti, orang tua mawar pun kaget. Terlebih putrinya tak pernah bercerita soal tindakan tak senonoh itu.

Saya juga kaget mendengar hal tersebut, karena anak saya sama sekali tidak cerita dan hanya murung. Kakaknya terpaksa harus mengantar dan menjaga korban ketika bersekolah," tutur Suriwanti.

Keluarga korban pun mengaku sangat kecewa karena. Terlebih, anak kedua pasangan Tahyo dan Suriwanti itu sebentar lagi akan mengikuti ujian.

Sementara kepala sekolah tempat Mawar menimba ilmu, Mohammad Suharto mengatakan, pihaknya sudah menggandeng kepolisian. "Setelah ada kabar tersebut, kami bersama pihak Polsek Tersono langsung melakukan mediasi dengan mempertemukan orang tua korban dan para pelaku. Namun mediasi sempat berjalan alot karena orang tua korban belum menerima atas apa yang menimpa anaknya," ujarnya.

Dari kejadian ini, pihak kepolisian sudah mengantongi 10 nama pelaku. Enam siswi yang menjadi pelaku merupakan teman sekelas korban. Sedangkan empat lainnya merupakan adik kelas.(rul/zul/jpg/ara/jpnn)

No comments:

Powered by Blogger.