Header Ads

Geger: Video Gadis Diperkosa Massal Disebar, 33 Pria Terlibat!

 

PopTopik.com - Rio de Janeiro- Polisi Brasil sedang  mengidentifikasi 33  orang yang diduga terlibat dalam geng pemerkosaan  terhadap seorang gadis 16 tahun. Seperti yang diberitakan dalam Guardian,  27 Mei, mereka menvideokan pelecehan dan pemerkosaan itu lalu disebarkan lewat  Twitter.


Kejadian itu gegerkan dunia. Seperti dikutip dari kantor berita AFP, badan PBB yang menangani hak-hak perempuan mengutuk  kasus tersebut.  "Koban  memang  wanita muda, tapi dalam kasus barbar ini korban telah terbujuk oleh pelaku dalam skenario yang telah direncanakan," kata juru bicara PBB untuk hak-hak perempuan di Brasil, Nadine Gasman,  26 Mei 2016.


Gadis  yang kini dalam trauma dan ketakutan itu mengisahkan  polisi bahwa dirinya  telah mengunjungi rumah pacarnya di bagian barat  Rio de Janeiro, pada Sabtu sore. Dia sebentar saja dengan pacarnya, tapi setelah itu tak ingat apa-apa.   Pada hari berikutnya ia baru sadar  alam keadaan telanjang, berada  di  tempat lain dengan puluhan orang yang memiliki senjata.


Dua hari kemudian,  seorang laki-laki memposting video gadis itu dalam keadaan telanjang dan setengah sadar.  Laki-laki juga menyebarkan video yang berbeda, yakni gambar dirinya bersama gadis itu dalam keaaan yang memalukan.


Gambar-gambar tersebut dengan cepat didistribusikan dan mendapat lebih dari 500 "like" sebelum  akhirnya dihapus oleh Twitter.


Polisi mengatakan telah mengidentifikasi empat dari 33 orang yang terlibat dan mengeluarkan surat perintah penangkapan. Dua orang lainnya menghadapi tuduhan terkait dengan distribusi gambar online.


Pemerintah Brasil telah mengadakan pertemuan darurat  untuk membahas langkah-langkah untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan. Presiden Michel Temer mengatakan sebuah lembaga bagru di bentuk di kepolisian federal untuk mengkoordinasikan tindakan. “Tidak masuk akal bahwa pada abad ke-21 kita harus hidup dengan kejahatan barbar seperti ini," katanya. (tempo)

No comments:

Powered by Blogger.