Header Ads

Wakil Sekjen Demokrat Terkejut Dengar Novanto Siap Dukung Jokowi dalam Pilpres 2019


PopTopik.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengaku terkejut dengan langkah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang menyatakan Golkar siap mendukung Presiden Joko Widodo jika ingin mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada Pilpres 2019.

Padahal, PDI Perjuangan sebagai pengusung dan partai bernaung Jokowi pun belum mendorong siapapun untuk menjadi calon presiden.

"Ini menimbulkan kompleksitas. Kita akan tunggu respons partai-partai termasuk bu Megawati (Ketua Umum PDI-P), kita tunggu respons terhadap situasi tersebut," kata Ramadhan dalam acara diskusi di bilangan Tebet, Jakarta, Sabtu (21/5/2106).

Ramadhan mengatakan, sikap Golkar tentu bisa berubah-ubah kedepannya. Dalam tradisinya, Golkar merupakan partai yang sangat pandai mengayun politik hingga akhirnya membuat keputusan final.

Ramadhan menduga, internal Golkar bakal merespons pernyataan Setya Novanto setelah kepengutusan Golkar yang baru diumumkan.

"Begitu susunan pengurus lengkap, diumunkan pekan depan, ada respons internal. Baru akan ketahuan," kata Ramadhan.

Setya sebelumnya menegaskan, partainya siap mendukung Jokowi jika ingin mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada Pilpres 2019.

"Sepanjang rakyat mendukung Jokowi untuk menjadi presiden, saya selaku Ketua Umum Partai Golkar, saya akan mendukung dan membela Jokowi," kata Novanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Golkar telah menyatakan dukungan kepada pemerintah. Bahkan, pada penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar, partai tersebut menyatakan keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).

Menurut Novanto, sejak awal Golkar memiliki tagline "suara Golkar, suara rakyat". Maka dari itu, apa pun yang menjadi kehendak rakyat pasti akan didukung Golkar.

"Yang perlu dicatat ialah 2019 ini waktunya pendek sekali," ujarnya. 

Golkar sebelumnya memutuskan keluar dari KMP, koalisi bentukan pada masa Pemilihan Presiden 2014.

Keputusan itu diambil saat sidang paripurna Munaslub Golkar, Senin (16/5/2016) malam. (Baca: Resmi, Golkar Nyatakan Keluar dari KMP)

"Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi keputusan Munas Partai Golkar tentang posisi Partai Golkar dalam Koalisi Merah Putih," kata Sekretaris Pimpinan Sidang Munaslub, Siti Aisyah.

Reposisi Golkar di dalam KMP dilakukan seiring dukungan partai berlambang pohon beringin itu kepada pemerintah. Secara tegas, sikap itu sebelumnya telah disampaikan saat Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar awal tahun ini.

Sebelum Golkar, dua parpol lain, yakni PAN dan PPP, sudah lebih dulu menyatakan mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Dengan demikian, hanya Gerindra dan PKS yang berada di dalam KMP. Adapun Demokrat memilih sebagai parpol penyeimbang.(kompas)

No comments:

Powered by Blogger.