Header Ads

Warga Bekasi Adukan Tetangganya Karena Sudutkan Pemerintah, Densus 88 Serta Agama Lain Melalui Khotbah


PopTopik.com - Para pengurus di RW 04, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menerima laporan warga tentang salah satu penghuni yang sering menyinggung kinerja Detasemen Khusus Antiteror Polri melalui khotbah shalat Jumat.

Dari laporan tersebut, para pengurus sudah mendiskusikannya dan memanggil orang yang dimaksud, yakni W, untuk menanyakan langsung hal yang dituduhkan kepadanya.

"Betul warga melapor seperti itu. Sebenarnya itu spontanitas," kata Sekretaris RW 04 Entan Rustandar saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Sabtu (7/5/2016) malam.

"Beberapa hari yang lalu, lagi ada sosialisasi pemilihan pengurus. Warga lagi kumpul, terus ada yang bahas soal itu. Kami sebagai pengurus bertugas menindaklanjuti," ujarnya.

Adapun informasi tentang tuduhan terhadap W sebelumnya beredar melalui foto surat yang dikeluarkan pengurus RW 04 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua RW 04 Mardi Sumarmo, tertera, ada laporan dari warga berupa pemasangan pamflet di mading Masjid Al-Ikhlash. Isinya dinilai menyudutkan pemerintah serta Densus 88

Selain itu, isi khotbah shalat Jumat oleh W yang sering membahas bahwa Densus 88 selalu salah, dinilai tidak mendasar, serta melanggar hak asasi manusia.

Menurut Entan, surat yang beredar itu memang betul dari pengurus RW 04. Surat tersebut merupakan hasil kesepakatan di antara pengurus setelah menimbang laporan dari warga.

Surat itu pun dilayangkan ke rumah W yang bertempat di RT 14 RW 04, pada Kamis (5/5/2016) lalu.

Setelah menerima surat, keesokan harinya, Jumat (6/5/2016), W langsung menemui pengurus RW 04 untuk memberi penjelasan atas tuduhan tersebut.

Kepada pengurus, W mengakui memang pernah menyinggung soal pemerintah maupun Densus 88 dalam khotbahnya.

"Ya dia bilang betul, menyinggung pemerintah, Densus, menyinggung agama lain. Dia mengakui betul. Saya sendiri juga pernah dengar memang seperti itu," tutur Entan.

Setelah memberi penjelasan dan mendengar permintaan warga dari pengurus, W berjanji untuk tidak memberi khotbah yang seperti dulu lagi.

Di antara pengurus RW 04, ada penasihat masjid juga yang ikut memberi masukan dan nasihat kepada W.

"Yang menyejukkan lah kalau dakwah, jangan menyinggung yang lain-lain. Dia juga bilang ke saya, kalau dia khilaf, harus ditegur. Kita lihat dari situ, W kooperatif, masih ada niat baik, enggak mendebat yang lain-lain. Kita jadi menghormati dia," ujar Entan. (kompas)

No comments:

Powered by Blogger.