Header Ads

2 Guru Cantik Ini Dituntut Karena Ketahuan Berbuat Mesum Dengan Muridnya, Salah Satunya Dengan Murid SD

 

LINDA Hardan (22) adalah perempuan berwajah menarik dan gampang membuat orang lain terkesan. Profesinya juga mulia: guru.

Namun, warga New Jersey, Amerika Serikat itu kini terancam bakal menikmati hidup di balik jeruji besi. Penyebabnya adalah ulahnya mengajak indehoi siswa yang masih belia.

Rabu pekan lalu (8/6), Linda didudukkan di kursi terdakwa di Pengadilan  Negeri Paterson, New Jersey. Ia mengaku telah mencabuli dan membahayakan tiga siswa sekolah menengah di Haledon.

Kasusnya sebenarnya terjadi pada 2014. Saat itu, Linda merupakan guru pengganti di Manchester Regional High School, North Haledon.

Baca juga: Astaga, Bu Guru Amanda Doyan Bocah Ingusan

Linda mengenal tiga siswa yang menjadi pemuas nafsunya. Dia mengaku mengirimkan beberapa fotonya dengan pose ‘ngeri-ngeri sedap’ ke salah satu siswa yang masih 16 tahun pada November 2014.

Selain itu, Bu Linda juga melakukan oral seks dengan siswa lainnya. Usianya  juga masih 16 tahun.

Satu lagi korbannya malah masih 14 tahun. Justru dengan siswa yang masih 14 tahun itulah Bu Linda menjalin aktivitas "begituan" yang intens. Wah wah wah…

Sembari tersedu-sedu di depan hakim Miguel de la Carrera yang memimpin persidangan, Linda menakui ulahnya dua tahun silam

 Ia sempat ditahan pada Desember 2014 karena ketahuan indehoi dengan siswa kelas delapan di sebuah lokasi di Paterson. Namun, sementara ia dilepas karena membayar uang jaminan.

Hukum di New Jersey sebenarnya menempatkan anak usia 16 tahun ke atas sudah cukup umur untuk menyetujui aktivitas esek-esek. Namun, hukum di New Jersey juga mengecualikan dan melarang orang dewasa mengajak bocah usia 16-18 tahun untuk berhubungan "begituan".

Linda pun mengaku bersalah atas dua dakwaan karena telah mencabuli dan membahayakan siswa-siswa belia. Jaksa penuntut dari Passaic County, Gyselle Da Silva pun telah mengajukan tuntutan agar pengadilan menghukum Linda dengan hukuman hingga lima tahun,

Jaksa juga menuntut agar Linda ketika sudah menjalani pemenjaraan segera dimasukkan ke dalam daftar orang-orang yang telah melakukan serangan seksual sehingga harus terus diawasi. Tapi tuntutan jaksa tidak hanya itu.

Jaksa juga menuntut agar menyerahkan sertifikat guru yang dikantonginya, serta dilarang lagi mengajar lagi. Yang tak kalah penting, Bu Linda dilarang menjaln kontak dengan korban-korbannya.

Rencananya sidang dengan agenda pembacaan putusan atas Linda akan dibacakan pada 30 September mendatang. Untuk sementara Linda bebas dengan jaminan USD 200 ribu atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Namun, ia juga dipasangi gelang monitor di pergelangan kakinya. Dengan demikian segala pergerakannya terus terpantau.

Bu Guru Amanda Doyan Bocah Ingusan

 
Satu lagi kasus pidana tentang guru wanita yang mencabuli murid. Kali ini kasusnya di Mississauga, sebuah kota di Provinsi Ontario, Kanada.

Pada 6 Juni lalu, kepolisian wilayah Peel menangkap Amanda Perreault (27), seorang guru pengganti untuk kelas 2 dan 3 di St. James Catholic Global Learning Centre. Penangkapan itu diketahui dari surat Dewan Sekolah Katolik Distrik Dufferin-Peel.

Menurut polisi, Bu Amanda ditangkap lantaran dituduh melakukan pelecehan dan menggangu secara seksual, serta membujuk seorang anak di bawah umur untuk bertindak tak senonoh. Parahnya, Amanda juga menyelipkan materi esek-esek saat mengajar murid-muridnya.

Dewan Sekolah Katolik pun mengirim surat ke sekolah-sekolah yang dinaunginya. “Sebagai anggota komunitas sekolah Katolik, anda diminta tetap menjaga orang-orang yang mungkin terimbas kasus ini di dalam doa-doa anda,” tulis surat itu sebagaimana diberitakan Toronto Sun.

Baca juga: Aduhai Cantiknya Bu Guru Linda, tapi Ketahuan Indehoi dengan Siswa

Bu Amanda selama dua tahun terakhir ini memang mengajar di SD St James Catholic Global Learning Centre. Namun, catatan lain menyebut Bu Amanda  juga pernah mengajar di sekolah-sekolah Katolik lainnya. Antara lain SD St. Lucy Catholic and Bishop Francis Allen di Brampton, dan SD Sts. Martha and Mary di Mississauga.

Karenanya, polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya korban lainnya. Polisi bahkan membuka jalur telepon khusus untuk menampung pengaduan tentang kemungkinan adanya korban lainnya akibat ulah Amanda.(ara/jpnn)

No comments:

Powered by Blogger.