Header Ads

6 Cara Hilangkan Lagu Yang Kita Benci Tapi Bersarang di Kepala

 

Apakah Anda sering membayangkan dan bersenandung sebuah musik yang tak bisa Anda hilangkan dari kepala? Mungkin sebuah lagu melayu dengan nada dan lirik super 'catchy' yang sedang booming di televisi? Tentu hal ini cukup mengganggu karena lagu yang sebenarnya kita benci dan ingin kita hilangkan dari kepala, justru memenuhi kepala kita.

Menurut sebuah riset yang digelar oleh Lassi A. Liikkanen yang merupakan pengajar di Helsinki Institute for Information Technology, sebuah lagu yang 'tersangkut' di kepala kita adalah hal yang umum, dan tentu sama sekali tak berbahaya. Namun banyak di antara kita yang ingin mencari ketenangan dari bertubi-tubinya sebuah lagu berputar di otak kita.

Oleh karena itu, riset ini memberi paling tidak ada enam hal yang dapat 'memberantas' keberadaan lagu yang tersangkut di kepala Anda. Berikut uraiannya.

1. Berhenti mendengarkan lagu

Hal yang paling masuk akal untuk dilakukan adalah berhenti mendengarkan musik dan mulai melakukan hal lain yang membutuhkan fokus lebih. Terutama sebelum tidur, tidak direkomendasikan untuk mendengarkan lagu karena lagu tersebut akan mengganggu tidur. Dicurigai, lagu yang baru di telinga Anda dan Anda dengarkan berkali-kali adalah penyebab utama lagu jadi terjebak di kepala Anda.

Terdapat juga sebuah bukti dalam sebuah riset, jika sebuah lagu tidak Anda dengarkan hingga selesai, entah itu karena terganggu atau Anda paksa untuk hentikan karena menurut Anda tidak enak, lagu tersebut akan kita lanjutkan sendiri di otak kita. Efek ini disebut "Zeigarnik Effect." Untuk menghindari ini, tentu Anda harus mendengarkan sebuah lagu hingga selesai, suka atau tak suka.

2. Kunyah permen karet

menurut sebuah riset yang dipublikasikan di The Quarterly Journal of Experimental Psychology, mengunyah permen karet dapat menjadi sebuah solusi mudah. Dalam rangkaian percobaan, dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipan yang mengunyah permen karet akan lebih mudah menghilangkan lagu yang terjebak di kepalanya. Hal ini dikarenakan dengan menggerakkan rahang, kemampuan kita untuk membayangkan musik menghilang.

Salah satu metode ampuh lain untuk menghilangkan hal ini adalah berjalan dengan lebih lambat daripada ketukan lagu, sambil mendengarkan lagu tersebut. Hal ini dikarenakan otak kita menulis memori berdasarkan temponya. Kita juga sepenuhnya menyadari bahwa gerakan, seperti contohnya tarian, adalah kontributor utama sebuah lagu hinggap terus-terusan di kepala kita. Secara teori hal ini tentu bisa dihilangkan dengan mengganggu memori kita terhadap tempo musik tersebut.

3. Menyanyi

Cara paling populer untuk bisa bercengkerama dengan sebuah musik, adalah dengan menyanyikannya. Riset pun menyatakan bahwa jika Anda terbiasa menyanyi setiap hari, sebuah lagu akan makin mudah bersarang di kepala Anda. Secara sederhana, jika sebuah lagu bersarang di kepala Anda, nyanyikan lagu lain dengan lebih kencang.

4. Dengarkan suasana hati

Salah satu yang membentuk pemilihan sebuah musik adalah suasana hati. Dalam penelitian dikatakan bahwa salah satu faktor yang jadi sebab sebuah lagu bisa terjebak di kepala adalah suasana hati, tingkat stres dan keadaan emosi kita.

Suasana hati kita pun terkadang juga terbentuk dari lagu apa yang kita dengarkan. Jadi ketika kita merasa marah ketika mendengarkan lagu Justin Bieber, lagu itu justru akan terjebak di kepala Anda ketika perasaan Anda tetap dalam keadaan marah. Sehingga, mendengarkan suasana hati Anda juga penting untuk bisa menanggulangi hal ini.

5. Bersosialisasi

Untuk memberantas lagu yang selalu bertahan di kepala kita, coba lakukan hal yang lebih menantang. Jika kita hanya melakukan hal yang tingkat kognitifnya rendah seperti sikat gigi atau merebahkan diri saja, hal tersebut membuat pikiran kita mudah mengembara ke mana-mana dan otak kita jadi mengimajinasikan lagu yang tak ingin kita imajinasikan.

Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah bersosialisasi, di mana aktivitas tersebut dapat menantang otak kita untuk berpikir analitis karena seringkali dalam bersosialisasi kita mengemukakan opini. Tentu hal ini adalah cara yang menyenangkan untuk mengusir lagu yang bersarang di otak kita.

6. Jangan berusaha terlalu keras

Sudah jadi hal yang umum dan ironis ketika kita ingin mengontrol pemikiran kita terhadap sesuatu, seringkali yang terjadi justru efek sebaliknya. Bahkan hal ini ada teorinya, yang menurut American Psychological Association adalah 'ironic processes of mental control.' Hal ini dikarenakan besarnya tekad kita untuk menghilangkan lagu yang ada di dalam kepala justru terrefleksi di bagian cortical otak.

Jadi jika Anda sangat sulit untuk membuang lagu di kepala Anda, justru jangan berusaha membuangnya. Lakukan hal lain yang dapat mengalihkan perhatian Anda. Lakukan hal seperti menonton televisi, mendengarkan musik lain serta bersosialisasi.

No comments:

Powered by Blogger.