Header Ads

Esemka Mulai Diproduksi Massal Agustus 2016


PopTopik.com - Informasi terbaru datang dari PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH). Perusahaan otomotif itu rencananya akan mulai memproduksi mobil merek Esemka pada Agustus 2016 di pabriknya Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hosea Sanjaya, Managing Director PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) menuturkan, sampai menjelang Agustus 2016, perusahaan sedang mempersiapkan semua fasilitas produksi. Sehingga, ketika prototipe sudah siap maka bisa langsung masuk jalur perakitan massal.

Baca juga: Esemka Lebih Fokus ke Mobil Perdesaan

“Semua prosesnya berjalan dengan lancer, harapannya bisa diproduksi sesuai dengan rencana,” ujar Hosea kepada KompasOtomotif, Kamis (2/6/2016).

Mobil yang diproduksi, lanjut Hosea, terdiri dari tiga model, semuanya berada di segmen kendaraan komersial. Ia hanya membocorkan ada satu pikap dan dua lagi masih dirahasiakan.

“Itu untuk produksi di pabrik Cileungsi, kapasitas produksinya per tahun menuju ke 30.000 unit. Ketiga model itu akan kami produksi di sini,” kata Hosea.

Baca juga: Nomor Induk Kendaraan Esemka Sudah Terbit

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah menerbitkan nomor induk kendaraan (NIK) atau vehicle identification number (VIN) untuk PT ACEH. Tahapannya, usai mengantongi NIK, perusahaan bisa langsung membuat prototipe.

“Setelah itu diuji tipe, daftar TPT (Tanda Pendaftaran Tipe Kendaran Bermotor). Setelah itu sudah bisa produksi massal,” ujar Yan Sibarang Tandiele, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin.

Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah menerbitkan nomor induk kendaraan (NIK) atau vehicle identification number (VIN) buat PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang bakal memproduksi mobil merek Esemka. Itu tandanya, realisasi produksi sudah semakin dekat.

Yan Sibarang Tandiele, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, menjelaskan, NIK sudah diberikan bulan ini.

“Kami sudah memberikan NIK buat PT ACEH,” ujar Yan saat ditemui di pabrik perakitan Gaya Motor di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (11/5/2016).

Menurut pemaparan Yan, permintaan NIK dilakukan oleh kalangan industri otomotif. Dalam hal ini perusahaan yang punya izin sebagai industri perakitan kendaraan bermotor.
“NIK itu diberikan ke perusahaan, ke PT ACEH. Begitu dapat NIK dia lalu membuat prototipe, mobil yang mau diproduksi itu apa. Trus nanti dia uji laik jalan di perhubungan. Trus setelah itu diuji tipe, daftar TPT (Tanda Pendaftaran Tipe Kendaran Bermotor). Setelah itu sudah bisa produksi massal.” Jelas Yan.(kompas)

No comments:

Powered by Blogger.