Header Ads

Ini Penjelasan PBB Terkait Laporan HAM Papua


PopTopik.com- Jakarta - Kantor Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjelaskan, Sekjen PBB Ban Ki-moon telah bertemu dengan seorang perwakilan Papua Barat (Papua) saat menghadiri pertemuan puncak Bantuan Kemanusiaan Dunia (World Humanitarian Aid Summit) pekan lalu. 

Namun, menurut Devi Palanivelu, sebagai juru bicara kantor Sekjen PBB, tidak ada pertemuan khusus antara Sekjen PBB dan perwakilan Papua Barat di Istanbul, seperti yang diberitakan sejumlah media. "Kami juga tidak memiliki dokumen yang secara resmi diserahkan kepada Sekjen," kata Devi kepada Tempo melalui surat elektronik, Kamis malam, 1 Juni 2016. 

Berikut ini pernyataan lengkap Devi.

The Secretary-General had met with a representative of West Papua while he was in Istanbul attending the World Humanitarian Summit last week. Contrary to some media accounts, there was no meeting between the Secretary-General and any West Papua representative in Istanbul. We also have no record of any documents being officially handed over to the Secretary-General. 

Sebelumnya, PINA memberitakan Sekjen PBB Ban Ki-moon menerima laporan pelanggaran hak asasi manusia di Papua. Laporan West Papua Fact Finding Mission Report yang berjudul "We Will Lose Everything" diserahkan Ketua Asosiasi Lembaga Swadaya Masyarakat Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Association for Non-Governmental Organisations/PIANGO) Emele Duituturaga di Istanbul, Turki, Selasa, 25 Mei 2016.

Duituturaga mempresentasikan laporan tersebut kepada Ban Ki-moon pada hari kedua KTT Kemanusiaan Dunia (WHS). Laporan itu kemudian diserahkan dan diterima asisten Sekretaris Jenderal PBB. Pada akhir pertemuan, Duituturaga sempat melakukan percakapan singkat dengan Ban Ki-moon. 

Dalam satu wawancara dengan Jubi.com, pada Kamis, 26 Mei 2016, ia menjelaskan dirinya menyerahkan laporan HAM Papua yang dilakukan oleh misi pencari fakta Komisi Perdamaian dan Keadilan Katolik, Brisbane, kepada Ban Ki-moon. "Laporan itu diterima oleh Ban Ki-moon dan dibawa oleh asistennya. Mungkin karena alasan keamanan," kata Duituturaga. 

Laporan yang sama diberikan kepada Helen Clark, Direktur Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP). Stephen O’Brien, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Bantuan Kemanusiaan. "Selain laporan Komisi Perdamaian dan Keadilan Katolik, Brisbane, itu saya juga serahkan laporan dari International Coalition of Papua," kata Duituturaga.(tempo)

No comments:

Powered by Blogger.