Header Ads

Survei: Yusril Bisa Kalahkan Ahok


Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih berada paling atas dibandingkan dengan bakal calon gubernur lainnya berdasarkan hasil survei yang digelar Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI).

Saat responden ditanya mengenai siapa yang akan dipilih apabila Pilkada DKI Jakarta dilaksanakan hari ini, Ahok masih memimpin. Ia memperoleh 23 persen suara responden. 

Menyusul kemudian, ada Yusril Ihza Mahendra dengan 19 persen suara responden, Tri Rismaharani 6,9 persen, dan Sandiaga Uno 6,3 persen. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat hanya memperoleh 3,7 persen.

Dalam simulasi empat nama calon gubernur, elektabilitas Ahok masih memimpin dengan 36,4 persen, disusul Yusril 29,8 persen, Risma 9,5 persen, dan Sandiaga Uno 2,5 persen.

Sementara itu, sisanya, 21,8 persen, mengaku belum memutuskan untuk memilih.

Ahmad Nasuhi, dari LSPI, menilai, hasil survei ini patut dicermati oleh Ahok yang berniat mengikuti Pilkada DKI 2017 sebagai calon petahana.

Sebab, menurut dia, dengan angka elektabilitas yang beda sekitar enam persen dengan Yusril, tidak menutup kemungkinan Ahok akan disalip.

"Kalau benar begitu, Yusril sangat bisa kalahkan Ahok," kata Nasuhi berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (4/6/2016).

Survei LSPI dilakukan pada 22-27 Mei 2016 dengan metode multistage random sampling.

Jumlah sampel dalam survei ini adalah 440 responden dengan margin of error sebesar 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penggalian data dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung. Nasuhi mengaku tak terlalu kaget dengan tren penurunan elektabilitas Ahok tersebut.

No comments:

Powered by Blogger.