Header Ads

Pertama di Dunia, Organ Babi Dimanfaatkan untuk Atasi Cacat Lahir Pada Bayi


London, Cacat lahir pada bayi memang tidak terelakkan, tetapi bukan berarti tidak ada solusinya. Teknologi kedokteran pun terus berinovasi agar cacat lahir pada bayi bisa diatasi.

Salah satunya dengan memanfaatkan organ hewan, dalam hal ini babi. Tim dokter dari Great Ormond Street Hospital, Londonlah yang pertama melakukannya.

Mereka memanfaatkan organ babi untuk mengatasi cacat lahir yang disebut sebagai 'oesophagus astresia', sebuah kondisi langka di mana bagian atas tenggorokan si bayi tidak tersambung dengan perutnya, sehingga mereka kesulitan untuk menelan makanan.

Pada akhirnya bayi yang terlahir dengan kondisi semacam ini rentan tersedak hingga mengalami gangguan pernapasan seperti pneumonia.

Rencananya, prosedur ini sendiri baru akan dilaksanakan tahun depan, dengan melibatkan 10 bayi yang terlahir dalam keadaan 'oesophagus atresia' tersebut.

Organ babi yang akan digunakan juga telah melalui proses modifikasi. Pertama-tama, kerongkongan babi dalam berbagai ukuran diambil dari sebuah peternakan di Inggris, lalu dibawa ke laboratorium.

Sel-selnya kemudian dihilangkan dan diganti dengan sel-sel punca si bayi untuk mencegah adanya penolakan dari tubuh manusia. Sel punca si bayi sendiri diambil dari otot dan kerongkongan yang tak sempurna.

Menurut peneliti, proses modifikasi jaringan ini sendiri menghabiskan waktu sekitar 8 pekan, dan mereka berharap kerongkongan yang sudah jadi dapat diimplan atau 'ditanamkan' ke tubuh si bayi dalam kurun 2-3 bulan pasca persalinan.

Paolo De Coppi, ketua tim peneliti mengatakan organ babi memang telah lama dipergunakan untuk mengatasi masalah pada ruang jantung selama beberapa tahun belakangan. Tetapi ia meyakinkan jika prosedurnya sama sekali berbeda dan 'baru'.

"Karean belum pernah ada pasien yang menerima organ yang dikembangkan dari sebuah 'kerangka hewan' seperti ini," katanya kepada The Sunday Times dan dikutip dari Daily Mail.

Bila ini berhasil, timnya berharap kelak mereka dapat menggunakan prosedur serupa untuk membantu pasien dewasa yang mengalami kondisi seperti kanker kerongkongan.

Persoalan lain yang perlu dipertimbangkan adalah biaya yang dihabiskan untuk menggelar prosedur ini. Tiap prosedur diperkirakan akan menelan biaya sebesar 100.000 poundsterling atau setara dengan Rp 1,7 miliar. 

Padahal menurut statistik, jumlah bayi yang lahir dengan oesophageal atresia di Inggris bisa mencapai 250 kasus/tahun. "Dengan banyaknya kasus ini, kami berharap biayanya bisa diturunkan," tutup De Coppi.(detik)

No comments:

Powered by Blogger.