Header Ads

Gus Nuril: Ulama Tidak Menggunakan Kekerasan, Rizieq Itu Kriminal Yang Diulamakan dan Tidak Paham Intisari Agama


Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Soko Tunggal, KH Nuril Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril berpendapat Rizieq Shihab tidak layak disebut ulama. Hal itu beliau katakan melihat berbagai kasus yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu. Salah satunya kasus "Balada Cinta Riziez" yang menjadi heboh dan viral di dunia maya.

"Ini penyakit kok, dibilang kriminalisasi ulama, sejak kapan dia jadi ulama, bukan ulama dia, dia itu kriminal yang diulamakan," kata Gus Nuril kepada Netralnews.com, Senin (26/7/2017).

Karakter Rizieq yang kerap menyerang berbagai pihak yang berseberangan dengannya menjadi alasan Gus Nuril menyebutnya tidak layak menyandang status ulama. Bahkan ia menyebut Habib Rizieq tidak memahami intisari agama.

"Ya kalau sesama umat Islam saja dia katakan kafir, katakan sesat. Mulutnya saja yang lancang tapi gak kenal intisari agama," ujar Gus Nuril.

"Intisari agama adalah belas kasih, menghidupi bukan mematikan, mengajak bukan mengejek, ramah bukan marah," ungkapnya.

Gus Nuril menjelaskan, ulama adalah mereka yang mampu mengayomi, pemaaf, memiliki kasih, dan bukan yang selalu berkata kasar.

"Ulama itu tidak pernah berkata kasar, ulama itu senantiasa mengayomi, ulama itu pemaaf, ulama itu paham dengan namanya kasih dan sayang, jadi tidak menggunakan kekerasan," tutup Gus Nuril.

Habib Rizieq kini menjadi tersangka atas dua kasus, yakni kasus penghinaan terhadap simbol negara, Pancasila, yang ditangani Polda Jawa Barat, dan kasus chat WhatsApp berkonten pornografi dengan salah satu wanita bernama Firza dan Firza sendiri telah diperiksa oleh kepolisian.

Untuk kasus chat mesum, Polda Metro Jaya telah menyatakan Habib Rizieq masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia ditetapkan sebagai buron, karena sejak dikeluarkan surat penangkapan pada Selasa (30/5/2017) lalu, Rizieq telah umroh ke Mekkah dan belum juga kembali ke Indonesia.

Selain dua kasus diatas, masih ada kasus lainnya yang harus dihadapi oleh Rizieq Shihab, yakni dugaan penistaan agama Kristen, Rizieq diduga mengeluarkan ancaman membunuh pendeta-pendeta, dan dugaan mengucapkan ujaran kebencian (hate speech) dengan menyatakan ada gambar palu arit di uang rupiah, dan beberapa kasus lainnya. (netral)

No comments:

Powered by Blogger.