Header Ads

Sutradara Terkenal Holywood Akan Merilis Film Yang Menceritakan Bunda Maria Diperkosa Dan Mukjizat Yesus Tidak Pernah Ada


Holywood akan merilis sebuah film baru bertema Yesus. Film ini bukan seperti film Yesus pada umumnya. Film ini tidak menceritakan kisah Tuhan Yesus yang ada di dalam Alkitab. Kisah yang diimani umat Kristen seluruh dunia. Film yang belum dirilis ini mulai menuai hujatan. Film itu menggambarkan Bunda Maria diperkosa tentara Romawi dan melahirkan Yesus. Sejumlah pihak menuding film itu menghina Tuhan. 

Melalui adegan-adegan di film ini, sang sutradara bermaksud menunjukkan mukjizat Tuhan Yesus di Perjanjian Baru tidak pernah ada, seperti dilansir situs wnd.com, Selasa (26/6). Film yang menuai kontroversi ini dibuat oleh sutradara terkenal Paul Verhoeven yang pernah menggarap Robocop, Total Recall, dan Basic Instinct. Filmnya kali ini diadaptasi dari buku karangannya sendiri yang diterbitkan pada 2008, berjudul Yesus dari Nazareth.

Verhoeven mengatakan keajaiban yang disebut injil semuanya basi, termasuk kelahiran Yesus dari perawan suci Maria dan kebangkitanNya. Dia benar-benar tak percaya itu terjadi.

Menurut Verhoeven, Yesus lahir dan tumbuh menjadi nabi radikal yang percaya menemukan kerajaan surga di Bumi dengan ritual mengusir setan. Kebiasaan aneh ini membuat dia disalib Pontius Pilatus, gubernur kelima Provinsi Judea, Kekaisaran Romawi. "Dia menginjak wilayah Kristen yang diyakini secara universal. Film ini menjadi kontroversial," kata Mike Fleming dari situs Deadline.com.

Saat diwawancara, Verhoeven menyatakan kelahiran Yesus bukan keajaiban. Dalam film itu, ia ingin menggambarkan cara juru selamat itu mengajarkan etika kepada manusia. "Saya percaya Yesus disalib karena alasan politik. Pengikutnya semakin banyak dan besar sehingga mengancam kedudukan Romawi. Etika Yesus mengajarkan kita memperlakukan setiap manusia dengan baik meski mereka musuh," ujarnya.

Belum ada tanggal pasti kapan film dirilis. Tapi Verhoeven memperkirakan tahun ini.

No comments:

Powered by Blogger.