Header Ads

Warga Bali Menolak Radikalisme Dan Cari Kelompok Remaja Yang Pasang Spanduk FPI Foto Rizieq Shihab Di Pagar Masjid


Warga Buleleng menegaskan komitmennya menolak paham radikalisme dan tetap menjunjung tinggi rasa keberagaman antar umat beragama. Penegasan itu muncul setelah warga Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng di Bali resah dengan keberadaan spanduk Front Pembela Islam (FPI) bergambar Habib Rizieq di depan Masjid Nurul Huda pada Rabu (28/6).

Dalam mediasi yang berlangsung di Kantor Perebekel Desa Tegallinggah yang juga dihadiri Perbekel Desa Tegallinggah, Ketut Mudarna, akhirnya disepakati mengeluarkan pernyataan sikap menolak, dan menentang adanya paham-paham yang berbau radikalisme yang bertentangan dengan UUD 1945.

Kepala dusun Munduk Kunci, Mustakim menuturkan, MAA yang sebelumnya diduga memasang spanduk tersebut, ternyata tidak terbukti. Menurut Mustakim, ada sekelompok remaja tidak dikenal yang memasang spanduk tersebut.

"Ada sekelompok remaja, itu yang memasang. Nanti kami akan telusuri itu, yang jelas permasalahan ini sudah diselesaikan dengan baik," ujar Mustakim.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), H.Mauzir tidak setuju dengan adanya pemasangan spanduk bergambar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di depan pagar Masjid Nurul Huda, Banjar Desa Munduk Kunci, Desa Tegallinggah.

"Kami dari PHBI Tegallinggah minta maaf atas pemasangan spanduk bergambar Ketua FPI Habib Rizieq di depan pagar Masjid Nurul Huda. Ini sama sekali di luar sepengetahuan umat kami karena kami sama sekali tidak sepaham dengan segala bentuk radikalisme di tanah air ini. Saya akan menandatangani surat pernyataan untuk menjamin, agar ke depannya tidak ada lagi kasus serupa," kata Haji Mauzir, Kamis (29/6).

Kapolsek Sukasada, Kompol Ketut Darmita mengapresiasi kesigapan masyarakat merespon persoalan ini agar tidak berlarut-larut, Respons masyarakat inidemi situasi yang kondusif. "Mari secara bersama sama menjaga situasi Buleleng agar tetap aman dan kondusif, hindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan," kata Kompol Darmita.(merdeka)

No comments:

Powered by Blogger.