Header Ads

Marahnya Anies Terkait Alexis, Tidak Masalah, Bukan Rahasia, Tetapi Pelanggaran Disiplin


Anis Tindak Pembocor Surat Penutupan Alexis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan mengevaluasi total unit pengawasan tempat hiburan yang berada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi atas bocornya surat instruksi penutupan empat unit usaha Alexis.

Mengetahui surat instruksi bocor, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kecewa. Ia menyebut bocornya surat itu sebagai bentuk kelalaian Pemprov DKI.
"Ini merupakan salah satu contoh ketidakdisiplinan organisasi kita, kenapa bisa bocor?," ujar  Jakarta, Kamis (22/3). Akibat bocornya surat instruksi penutupan tersebut, Anies berniat menindak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI.

"Enggak ada (jajaran yang dicopot). Tidak ada urusan itu. Ini urusan disiplin. Artinya visi kita jelas, kita mendisiplinkan, tertib organisasi, tertib proses. Itu saja, simpel," kata dia.

Adanya tindakan tegas untuk pembocor rencana eksekusi penutupan Alexis pertama kali diucapkan Anies usai menghadiri acara sertijab di Makodam Jaya. Anies mengatakan akan mendisiplinkan pegawainya yang bertindak di luar perintah. Sebab, Anies tak suka dengan cara penertibkan yang menurunkan personel hingga ratusan. 

Anies menilai, ada pelanggaran kedisiplinan yang terjadi sehingga surat penutupan itu bisa bocor. Dia terpaksa mengevaluasi unit terkait sebagai konsekuensi atas kebocoran surat penutupan Alexis.

Anis Tidak Masalah Dengan Surat Yang Beredar Karena Bukan Rahasia

Anies tidak masalah dengan peredaran surat yang berisi tentang penutupan Alexis. Sebab, informasi penutupan Alexis bukan sebuah kerahasiaan.
"Ini bukan kejadian surat beredar, kalau beredar, enggak masalah karena emang enggak dirahasiakan di situ," ucap Anies.

Menururt Anis, Bocornya Surat Merupakan Pelanggara Disiplin Berat

Anies mengatakan, bocornya surat penutupan merupakan tindakan pelanggaran disiplin yang berat. Dia tidak bisa membayangkan saat sedang mengawasi sebuah usaha yang dinilai melanggar tapi informasinya sudah bocor terlebih dahulu.

"Jadi bayangkan kita mau lakukan langkah kepada sebuah tempat, lalu kesulitan. Kita lakukan operasi-operasi karena belum apa-apa sudah bocor, nyebar," jelas Anies.
Alexis Hotel di Jakarta


Anis Marah Karena Bergerak Tidak Sesuai Perintah

Anies mengimbau jajarannya perlu disiplin. Disiplin yang ia maksud adalah bergerak sesuai dengan perintah Anies.

"Anda tuh kalau dengan disiplin jangan kemudian diberhentikan, diganti, bukan. Disiplinkan itu bukan sanksi. Disiplin tuh artinya disamakan. Saya kasih komando, saya arahnya begini, semuanya ikut arah itu. Jadi disiplinkan artinya semuanya jadi sejalan," ujar Anies di Makodam Jaya Jayakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (23/3).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keputusan penundaan penutupan seluruh unit usaha Alexis itu diambil karena belum ada perintah darinya ke pejabat terkait, sementara surat sudah bocor.

Anis Marah Karena Personel Terlalu Banyak

Selain itu, Anies juga menginginkan pengurangan jumlah personel pengamanan yang dikerahkan, yakni 325 orang. Menurutnya, jumlah 325 personel keamanan yang terdiri atas kepolisian, TNI, dan Satpol PP terlalu banyak. 

"Kita tidak perlu 325 orang untuk menutup sebuah tempat, enggak ada itu semua. Ini cara-cara lama dikerjakan dengan cara-cara enggak benar. Karena itu saya hentikan semua, saya akan tata sampai rapi," katanya. 
Namun, hingga kini masih belum jelas kapan penutupan seluruh unit usaha Alexis dilakukan.

Dalam surat edaran tertulis yang berader luas, disebutkan sejumlah anggota dari Satpol PP, Polda Metro Jaya, hingga TNI yang diturunkan untuk menertibkan Alexis. Jumlah personel yang dilibatkan mencapai berjumlah 325 orang. 

"Memang belum ada perintah dari saya. Belum ada perintah dari saya dan saya tidak mau eksekusi dengan cara-cara seperti itu," kata Anies di Makodam Jaya Jayakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (23/3).

Cara-cara yang dimaksud Anies adalah dengan mengerahkan banyak personel Satpol PP, polisi dan TNI untuk menutup Alexis. Dalam surat instruksi penertiban yang beredar, ada 325 personel yang diminta untuk membantu penutupan Alexis, dengan rincian 90 personel dari TNI/Polri dan 235 personel dari Satpol PP DKI Jakarta.

"Itu cara kuno, cara salah, saya akan tertibkan dengan cara yang benar. Saya akan disiplinkan," ucap Anies, di Makodam Jaya, Cilincing, Jakarta Timur. 

Yang Mau Dibongkar Adalah Unit Tempat Hiburan

"Yang jadi masalah kedisiplinan. Jadi salah satu unit yang akan kita bongkar adalah unit yang mengawasi tempat hiburan. Karena di situlah salah satu tempat, dan Satpol PP kita akan rapikan,"  ujar Anies usai menerima Obsession Award di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (22/3). (kumparan)



No comments:

Powered by Blogger.